Jumat, 19 Maret 2010

Nerrazzuri Harus Hindari Deja Vu

Final Ideal Liga Champions Sebelum meladeni AC Milan, Selasa (16/2) lalu, Manajer Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson menyempatkan datang ke Milan untuk memantau permainan sang lawan. Tetapi aksi spionase seperti itu tidak terjadi jelang Inter Milan menjamu Chelsea di San Siro pada laga leg I 16 besar Liga Champions, Rabu (24/2) malam waktu setempat.

Final Liga Champions Pasalnya, tak ada rahasia antara kedua tim karena sudah tahu sama tahu. Pelatih Inter, Jose Mourinho mengenal Chelsea karena tiga tahun melatih klub itu dan beberapa pemain yang dekat dengannya masih setia di sana. Sementara Manajer Chelsea, Carlo Ancelotti juga tahu Inter luar dalam karena delapan tahun melatih AC Milan, rival sekota Inter.

“Dia (Mourinho) tahu Chelsea dengan baik, dan saya juga sangat mengenal Inter. Tidak akan ada kejutan di pertandingan ini. Ini akan menjadi laga penting bagi kedua tim,” tegas Ancelotti.

Lalu, bagaimana output duel pertandingan tahu sama tahu ini? Inter yang berharap tidak mengalami déjà vu atau ulangan kejadian musim lalu ketika mereka tersingkir dari babak 16 besar oleh tim Inggris MU, justru menyambut Chelsea tidak dengan situasi yang ideal.

I’nerrazzuri tengah melempem di Serie A setelah hanya meraih hasil imbang di tiga laga. Tetapi jika ingin mengakhiri penantian panjang tidak pernah juara Liga Champions sejak 1965 atau sudah 45 tahun, Inter harus mengeluarkan potensi terbaik di laga ini. Kemenangan berarti memudahkan tugas mereka saat away ke London pada laga kedua pertengahan Maret demi lolos ke perempat final.

“Inter tim kuat dan bisa mengalahkan tim manapun di Eropa. Yang terpenting, Inter harus percaya diri dan tidak nervous menghadapi Chelsea,” tegas Giuseppe Bergomi, eks bek yang juga kapten Inter era 1990-an kepada tuttomercatoweb.

Bergomi benar. Status sebagai kampiun Italia dalam empat tahun terakhir seharusnya bisa membuat Inter lebih percaya diri jika tampil di Eropa. Mereka tak mau hanya disebut jagoan lokal.

Inter juga punya pemain juara Liga Champions dalam sosok Samuel Eto’o bersama Barcelona musim lalu. Dan faktor paling penting, sosok Mourinho memberi polesan yang dibutuhkan Inter untuk memperbaiki rekor buruk meladeni tim-tim Inggris di mana Inter kalah empat kali dari lima pertemuan. Mourinho memberikan sentuhan kekuatan fisik di Inter.

“Dengan karakteristik lawan kami yang mengandalkan fisik dalam permainan mereka, saya butuh pemain yang punya power. Ini undian berat bagi kami, tetapi juga bagi Chelsea. Tetapi saya sangat yakin, kamilah yang akan lolos,” koar Special One, sebutan Mourinho.

Ya, selain kemampuan teknik pemain sekelas Wesley Sneijder, atau Diego Milito, Inter juga mengandalkan power pada Walter Samuel, Lucio, Maicon, hingga Esteban Cambiasso.

Bukan rahasia jika Chelsea bertumpu pada kekuatan fisik pemain seperti John Terry, Branislav Ivanovic, Michael Ballack, Florent Malouda dan tentu saja Didier Drogba.

Laga nanti akan jadi pertemuan resmi kedua tim di kompetisi Eropa. Tetapi, Inter dan Chelsea sejatinya sudah pernah bertemu pada ajang pramusim bertajuk World Club Championship di AS awal Agustus 2009.

Kala itu, Chelsea menang 2-0 lewat gol Didier Drogba dan penalti Frank Lampard. Bekal inilah yang bakal dibawa Chelsea ke San Siro plus kemenangan atas Wolverhampton (20/2) yang membuat The Blues kini memimpin klasemen Premiership.

“Kami kini bisa pergi ke Milan untuk pertandingan besar. Liga Champions menjadi salah satu target kami musim ini dan kami akan sangat senang jika bisa memenanginya,” ucap Ancelotti.

Chelsea diuntungkan karena Frank Lampard yang pekan lalu sakit, kali ini sudah kembali bisa tampil. Ancelotti juga layak berharap Drogba terus menunjukkan keganasannya di depan gawang lawan. Drogba mencetak dua gol saat Chelsea menang 2-0 atas Wolves.

Ia sudah mencetak 25 gol di semua kompetisi. Drogba kini bisa melewati rekor golnya di musim 2006/07 saat mencetak 33 gol. “Didier tampil brilian di musim ini. Dia fit dan sangat percaya diri. Dan salah satu striker terbaik di dunia. Saya yakin dia akan terus mencetak banyak gol dan melewati rekor pribadi nya,” tegas Petr Cech, kiper Chelsea kepada 360 football.

Tetapi Ancelotti harus berpikir keras untuk menambal sisi kiri di pertahanan Chelsea yang terancam keropos dengan cederanya Ashley Cole. Yuri Zhirkov yang disiapkan sebagai pengganti, juga cedera saat melawan Wolves. Celah ini yang bakal dieksploitasi Inter untuk menggempur Chelsea.n ap/uefa/had

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright by Pemilihan Presiden Indonesia 2009  |  SEO by Blogspot tutorial Support JAVA'S GROUP