Detik pergantian tahun hingga hari pertama tahun baru membawa korban jiwa. Sejumlah kecelakaan lalu lintas terjadi di beberapa daerah di tanah air. Sedikitnya, 12 orang tewas dalam insiden tabrakan dan kecelakaan maut di Jabar, Batam, Papua, dan Polewali Mandar, Sulbar, dini hari hingga pagi kemarin (1/1).
Malam pergantian tahun di jalur pantura (pantai utara Jawa) Subang diwarnai kecelakaan mobil Toyota Kijang bernopol B 8293 V dengan bus Sumber Putra bernopol AD 1553 BG. Kecelakaan terjadi akibat Kijang menyalip ke arah kanan.
Dari arah berlawanan, datang bus sehingga tabrakan tidak bisa dihindari. Kecelakaan tersebut terjadi di kilometer 120 sekitar pukul 03.00 WIB kemarin. Saat itu, Kijang melaju dari arah Jakarta. Sedangkan bus berjalan cepat menuju Jakarta. Enam korban tewas merupakan sopir dan penumpang Kijang.
“Dua orang tewas seketika di tempat kejadian, satu tewas dalam perjalanan dari lokasi ke rumah sakit, dan dua lagi meninggal saat di RS Sang Hyang Sri Subang,” ujar Kanit Laka Polres Subang Iptu Pol Diarsono kepada koran ini..Berdasar informasi yang dihimpun koran ini, korban tewas tersebut terdiri atas Fran Tanbirin, 71, warga Sunter Agung, Tanjung Priuk, Jakarta; Indra Triyanto, 20, warga Kebayoran, Jakarta Pusat; Hadi Ismanto, 31, asal Jakarta Pusat; Siti Asiam, 47, warga Serdang Cempaka Baru, Kebayoran, Jakarta Pusat; dan Einsis Pratisina, 20, warga Jakarta. Dua penumpang Kijang lainnya mengalami luka berat. Mereka langsung dirujuk ke RS Elfarina Etaham, Purwakarta. Kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB kemarin, seorang di antara dua korban luka berat itu meninggal.
Menurut saksi mata bernama Idin, 54, sebelum kecelakaan, kondisi jalan tidak terlalu ramai. Mobil Kijang yang datang dari arah Jakarta meluncur cepat dan menyalip kendaraan di depannya. Tetapi, sopir tampaknya tidak mengetahui bahwa dari arah berlawanan meluncur bus Sumber Putra. Bus sudah berusaha menghindari, namun tabrakan tak terelakkan.
Setelah tabrakan, bus berada dalam posisi miring menutupi badan jalan. Sementara mobil Kijang dalam keadaan terbalik dan rusak parah. Selanjutnya, mobil Kijang itu diangkat warga beramai-ramai. Sopir bus sempat lari setelah kecelakaan. Tetapi, dia berhasil diamankan polisi. Sedangkan para penumpang bus dialihkan ke bus lain.Selain di Subang, tiga kecelakaan lalu lintas terjadi saat perayaan tahun baru di Visit Batam 2010.
Berdasar laporan koran ini, empat tewas dalam musibah itu. Jenazah empat korban dibawa ke Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB).
Korban pertama, Jonris Aritonang, 19, meninggal saat mengendarai motornya sepulang merayakan pergantian tahun di Jembatan Barelang Batam, pukul 02.00 WIB kemarin.
Warga kompleks Perumahan Putri Tujuh, Batuaji, tersebut tewas akibat benturan hebat di kepala bagian belakang. Darah mengucur deras dari hidung dan telinganya.Salah satu kerabat korban, Landen Rajagukguk, menuturkan bahwa sekitar pukul 04.00 WIB polisi datang ke rumahnya dan memberitahukan bahwa laki-laki yang bekerja di PT Brilliant Kawasan Industri tersebut tewas di jalan. “Polisi menemukan rekening listrik di saku celana Jonris. Saya langsung menginformasikan kematiannya kepada kakaknya,” katanya.
Kecelakaan yang kedua merenggut nyawa Marulas Nainggolan, 25, dan Lasdon Harianja, 27. Keduanya tewas di depan Lapas Barelang Tembesi pukul 04.00 WIB setelah merayakan pergantian tahun juga di Jembatan Barelang dengan berboncengan sepeda motor.
Kecelakaan ketiga juga terjadi di sekitar Jembatan Barelang. Sukimin, 30, tewas setelah diduga ditabrak lori yang mengangkut warga sepulang merayakan tahun baru di Pantai Melur sekitar pukul 10.00 WIB.Tetapi, Wiryono selaku sopir lori mengaku melihat Sukimin yang naik motor Yamaha Mio BP 5457 EK dalam keadaan terguling lebih dulu dari motornya.
“Mungkin dia sudah ditabrak mobil lain,” tuturnya.Saat itu, Wiryono bermaksud menyalip mobil yang melintas di depannya. Ketika itu, dia melihat sebuah motor dan Sukimin dalam keadaan terguling. “Kalau saya menghindar, pasti akan menabrak pohon dan seluruh penumpang celaka. Saya tidak menghindar, akibatnya dia (Sukimin) tertabrak (lori),” tuturnya.
Di Papua, terjadi sedikitnya lima kecelakaan lalu lintas (lakalantas) sepanjang malam tahun baru atau Kamis tengah malam (31/12) hingga dini hari kemarin. Akibatnya, satu orang tewas, empat luka parah, dan dua luka ringan.Berdasar data yang diperoleh koran ini dari Lakalantas Polres Jayapura, kecelakaan itu umumnya terjadi akibat para korban mengonsumsi minuman keras (miras) untuk merayakan tahun baru.Kecelakaan yang pertama terjadi pukul 21.10 WIT di
Jalan Raya Sentani, depan Toko Sinar Aneka.
Tabrakan itu melibatkan dua sepeda motor. Seorang pengendara motor bernama Ferdinand Pepuho, 38, warga Kampung Harapan, Sentani Timur, mengalami patah tulang tangan kanan.Lakalantas kedua terjadi pukul 22.00 WIT di pertigaan pojok Sentani. Tabrakan itu melibatkan taksi Starwagon DS 7787 AC, yang dikemudikan Yulius Siku, 24, warga Lereh, dengan Honda Supra X bernopol DS 3310 JM yang dikendarai Hengky Yoku, 23. Saat itu, Hengky membonceng Kartini Wardiman, 32. Hengky patah tulang kaki kanan. Sedangkan Kartini mengalami luka robek di lutut.
Lakalantas ketiga terjadi pada pukul 23.15 WIT di jalan raya Kampung Harapan. Tabrakan terjadi antara motor Honda GL Pro yang dikendarai Erick Yaru, 25, dan Honda Mega Pro bernopol DS 3356 AV yang dikendarai Henock Puraro, 15, warga Kampung Harapan, yang berboncengan dengan Agnes, 15.
Henock Puraro dan Agnes mengalami luka parah di bagian kepala sehingga harus dilarikan ke RS Dian Harapan Waena. Namun, dalam perjalanan ke RS, Henock Puraro mengembuskan napas terakhir.
Lakalantas keempat terjadi pukul 02.00 WIT di depan Toko Prima Garden, Sentani. Saat itu sepeda motor Yamaha Jupiter MX bernopol DS 3720 AV yang dikendarai Ashaf Sadap, 27, warga Pasar Lama, menabrak pejalan kaki bernama Lucky Kogoya, 22, warga kompleks PLN Sentani. Lucky mengalami sobek di bagian pantat dan lecet di tangan kanan.
Sedangkan lakalantas kelima terjadi pukul 04.00 WIT di Jalan Raya Doyo antara truk dan sepeda motor Honda Mega Pro bernopol DS 5097 AH yang dikendarai Terianus Klemen, 28, anggota Polri, yang berboncengan dengan Derek Tegay, 29. Polisi masih menyelidiki pengemudi dan identitas truk. Sedangkan Terianus Klemen patah tulang kaki kanan. Rekan yang diboncengnya luka ringan. Kasatlantas Polres Jayapura AKP Asmala Yulinar menuturkan bahwa berdasar keterangan saksi dan hasil olah TKP, mayoritas tabrakan itu terjadi akibat pengaruh miras dan pengendara yang ugal-ugalan. “Kami berkali-kali telah mengingatkan warga, khususnya para penguna jalan, agar saat merayakan tahun baru menghindari konsumsi miras dan ugal-ugalan di jalan raya. Tapi, peringatan kami kurang diindahkan,” tandasnya.
Dua warga Tapango, Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), menjadi korban lakalantas pada malam tahun baru. Seorang di antaranya, Haris, 18, tewas sesaat setelah tiba di puskesmas yang berada tidak jauh dari lokasi kecelakaan. Rekannya, Sudi, 18, dirawat intensif di ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali.Informasi yang didapat koran ini menyebutkan, kecelakaan berawal saat korban melaju dengan sepeda motor Honda Win di Jalan Puskesmas Pelitakan, Tapango. Karena melaju sangat kencang, motor Haris jatuh setelah melintasi polisi tidur. Kedua siswa SMA itu terjungkal bersama motornya. Haris mengembuskan nafas akibat luka serius di bagian kepala. Sebenarnya Sudi juga menderita luka serius, tapi masih tertolong. Motor tanpa pelat nomor polisi yang mereka tumpangi rusak berat.Menurut anggota Satlantas Polres Polman Briptu Burhanuddin, pihaknya mendapat laporan kecelakaan dari warga. Tapi, belum diketahui pembonceng dan yang dibonceng. “Korban Sudi sebetulnya diharap bisa memberikan keterangan, tetapi dia masih dirawat di ruang ICU,” ujarnya.(trn/cr6/mud/tri/jai/jpnn/dwi)
Kamis, 14 Januari 2010
12 Nyawa di Empat Daerah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar