emutaran perdana (premier) Film Sang Pemimpi di Surabaya, Kamis (17/12), tidak seramai premeir sekuel pertamanya, Laskar Pelangi. Tidak terjadi kepadatan antrean. Kepadatan penonton pada premeir Laskar Pelangi yang sama-sama diputar tidak pada hari libur dua kali lipatnya.
Pengamatan di SUTOS XXI jumlah pengantre mencapai puluhan, namun di Tunjungan 21 di Tunjungan Plaza 1 malah lebih sepi. Di SUTOS XXI, terlihat pengantre mulai anak-anak, remaja hingga orang tua. Sedangkan di Tunjungan 21 yang terlihat antre hanya kalangan remaja.
Namun demikian, di SUTOS XXI, pesona Sang Pemimpi lebih besar dari film Avatar yang juga putar perdana. Jumlah pengantre tiket Sang Pemimpi lebih banyak dari Avatar, film Hollywood yang disutradarai James Cameron tersebut.
’’Saya penggemar berat Laskar Pelangi,” seru Lukas Prakoso, seorang bocah keturunan Tionghoa yang turut mengantre bersama ibunya. Lukas merupakan satu di antara puluhan pengantre Sang Pemimpi yang memang mereka kebanyakan adalah penggemar berat Laskar Pelangi.
Cerita yang dramatis, pesan moral yang menyentuh, serta kedekatan tokoh dengan realitas merupakan alasan bagi mereka untuk tetap setia menantikan kelanjutan dari film yang disutradarai oleh Riri Riza tersebut.
’’Saya suka sama ceritanya yang menyentuh,” ungkap Pratiwi, ibunda Lukas yang rela meninggalkan pekerjaannya sebagai hairdresser di salon miliknya.
Memang, Pratiwi juga tergolong seorang penggemar berat dari Laskar Pelangi.
Diakui, jauh sebelum menonton filmnya, wanita kelahiran 23 Mei 1976 ini telah jatuh cinta dengan Laskar Pelangi sejak membaca novelnya. ’’Saya benar-benar tersentuh dengan kisah anak-anak itu,” akunya.
Bahkan novel tetraloginya yang berjudul Sang Pemimpi yang kini difilmkan, dirinya pun sudah habis melahapnya. ’’Sekarang saya ingin membuktikan bedanya nonton film dengan baca novel,” tambahnya.
Selain Pratiwi, ada pula Dimas Prayogo, seorang mahasiswa yang juga rela mengantre bersama pacarnya. Dimas juga mengaku seorang pecinta Laskar Pelangi. Tetralogi novel yang dikoleksinya menurut dia merupakan bukti kecintaannya terhadap petualangan Ikal, dkk dalam meraih mimpinya tersebut.
”Sebenarnya saya pengen beli besok, tapi saya yakin besok pasti tambah ramai. Apalagi, di SUTOS XXI, pengantre dapat membeli tiket untuk 3 hari ke depan.” terangnya.
Meski penggemar dari Laskar Pelangi terbilang cukup banyak, ditambah lagi dengan pesona Ariel Peterpan yang hadir dalam film ini memerankan tokoh Arai, namun ternyata hingga siang ini, hanya SUTOS XXI yang dipadati oleh pengantre.
Sedangkan di beberapa bioskop lain terbilang masih sepi. Di Tunjungan 21 misalnya, pengantre tidak sepadat di SUTOS XXI. Di sini hingga dibukanya loket, antrean belum sepanjang seperti antrean di SUTOS XXI. ’’Ga tau. Saya tidak menyangka kalau bakal sesepi ini di sini,” ujar salah satu pengunjung Tunjungan 21.
Jumat, 18 Desember 2009
Sang Pemimpi Kalahkan Avatar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar